Your Ad Here




Menuntut Ilmu Wajib bagi Semua Mukmin dan Mukminah



Kurniailah Kami Dengan Ilmu Yang Bermemfaat

Ilmu itu bagaikan bintang-bintang yang gemerlapan
Menyinari hati sanubari setiap insan yang mendamba kebenaran





Tuesday, December 02, 2014
Suruh Yunus 96-109

 

Terjemah Ayat-ayat 96-109 Suruh Yunus


Bismillahi Ar-Rahman Ar-Rahim

Ayat-ayat berikut adalah merupakan panduan yang Allah berikan kepada Nabi Muhammad SAW dalam berdakwah kepada orang-orang bukan Islam. Prinsip ini hendaklah diikuti oleh pendakwah sepanjang  zaman hingga hari qiamat.

Surah Yunus dibentangkan dalam struktur yang mempunyai bahagian-bahagian berikut:

1. Bahagian I

Dalam Bahagian Ini Allah menceritakan keadaan penduduk jahiliah Mekah yang bercirikan seperti yang berikut:
 (i)  Penduduknyanya  yang mensyirikkan Allah.
 (ii) Penduduk yang tiadak  percaya pada adanya hari pembalasan dan hari akhirat. Mereka tidak percaya yang manusia akan dihidupkan semula selepas mati.
 (iii)  Mereka tidak percaya kepada Muhammad sebagai Nabi dan Rasul  dan dari itu tidak percaya Al-Quran itu datangnya dari Allah.

Allah berfirman (yang mafhumnya):

Yunus 10:37
"Dan bukanlah Al-Quran ini sesuatu yang boleh diada-adakan oleh yang lain dari Allah; tetapi Al-Quran itu diturunkan oleh Allah untuk membenarkan Kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya, dan untuk menjelaskan satu persatu hukum-hukum Syarak yang diwajibkan (atas kamu); tidak ada sebarang syak dan ragu-ragu pada Al-Quran itu tentang datangnya dari Allah, Tuhan yang mencipta dan mentadbirkan sekalian alam."


Yunus 10:57
Wahai umat manusia! Sesungguhnya telah datang kepada kamu Al-Quran yang menjadi nasihat pengajaran dari Tuhan kamu, dan yang menjadi penawar bagi penyakit-penyakit batin yang ada di dalam dada kamu, dan juga menjadi hidayah petunjuk untuk keselamatan, serta membawa rahmat bagi orang-orang yang beriman.
 
Yunus 10:58
Katakanlah (wahai Muhammad) "kedatangan Al-Quran itu adalah semata-mata dengan limpah kurnia Allah dan kasih sayangNya, maka dengan isi kandungan Al-Quran itulah hendaknya mereka bersukacita (bukan dengan yang lainnya), kerana ia lebih baik daripada apa yang mereka himpunkan dari segala benda dan perkara yang tidak kekal)".

  (iv).  Untuk menyedarkan mereka, Allah memberikan gambaran tentang balasan syurga yang penuh nikmat bagi orang-orang yang beriman dan menerima dakwah Nabi SAW. Sebaliknya bagi orang-orang yang ingkar dan mendustakan Nabi SAW dan Al-Quran yang di bawanya, balasannya ilah sikasa yang amat pedih di dalam neraka.


 2. Bahagian II

Pada bahagian ini Allah meceritakan kisah-kisah benar tentang umat-umat terdahulu yang ingkar kepada Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul yang diutuskan oleh Allah.  Kaum Nabi Nuh AS (ayat 71-74) dan  Kaum Firaun (ayat 75-93) d musnahkan oleh Allah kerana keingkaran dan kesombongan mereka. Kaum Nabi Yunus AS (ayat 98) diselamatkan daripada bencana yang akan ditimpakan ke atas mereka kerana mereka bertaubat dan beriman setulus hati setelah melihat bencana itu mula didatangkan kepada mereka.

 
Kisah-kisah ini sepatutnya menjadi iktibar kepada orang-orang jahiliah Mekah.  Namun dia antara mereka ada yang tetap ingkar dan ada yang mahu beriman. Semua yang terjadi adalah ketentuan daripada Allah Subhanahu Wataala.

3.  Bahagian III

Dalam bahagian  terakhir ini adalah bahagian kesimpulan. Pada bahagian ini Allah memberikan panduan kepada Nabi Muhammad  SAW semasa berdakwah. Allah memberikan panduan bagaimana hendak menjawab saolan-soalan yang datang dari kaum musyrik.


Yunus 10:96
Sesungguhnya orang-orang yang telah ditetapkan atas mereka hukuman Tuhanmu (dengan azab), mereka tidak akan beriman.  (http://www.surah.my/10)

Sesungguhnya orang-orang yang telah ditetapkan atas mereka menerima titah (siksa) daripada Tuhanmu, mereka tidak akan beriman.
(Tafsir Al-quran oleh Ahmad Sonhadji Mohamad)
 
Yunus 10:97
Walaupun datang kepada mereka segala jenis keterangan dan tanda-tanda (yang membuktikan kekuasaan Allah dan kebenaran Rasul-rasulNya), sehingga mereka melihat azab yang tidak terperi sakitnya.

Walaupun mereka didatangi segala macam keterangan sehingga mereka melihat siksa yang pedih.


Yunus 10:98
(Dengan kisah Firaun itu) maka ada baiknya kalau (penduduk) sesebuah negeri beriman (sebelum mereka ditimpa azab), supaya imannya itu mendatangkan manfaat menyelamatkannya. Hanya kaum Nabi Yunus sahaja yang telah berbuat demikian - ketika mereka beriman, Kami elakkan azab sengsara yang membawa kehinaan dalam kehidupan dunia dari menimpa mereka, dan Kami berikan mereka menikmati kesenangan sehingga ke suatu masa (yang Kami tentukan).

Tidak ada suatu negeri (penduduknya) sesebuah negeri yang beriman lalu keimanannya itu berguna kepadanya kaum Nabi Yunus. Tatkala mereka beriman, Kami hilangkan siksaan hina daripada mereka dalam kehidupan dunia, dan mereka Kami berikan kesenangan hingga ke suatu masa (yang tertentu).


Yunus 10:99
Dan (bukanlah tanggungjawabmu wahai Muhammad menjadikan seluruh umat manusia beriman), jika Tuhanmu menghendaki nescaya berimanlah sekalian manusia yang ada di bumi. (Janganlah engkau bersedih hati tentang kedegilan orang-orang yang ingkar itu; kalau Tuhan tidak menghendaki) maka patutkah engkau pula hendak memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman?

Dan kalau Tuhanmu menghendaki nescaya orang yang ada di muka bumi berimanlah seluruhnya. Adakah engkau hendak memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman?



Yunus 10:100
Dan tiadalah sebarang kuasa bagi seseorang untuk beriman melainkan dengan izin Allah (melalui undang-undang dan peraturanNya); dan Allah menimpakan azab atas orang-orang yang tidak mahu memahami (perintah-perintahNya).

Tidak ada seorangpun yang akan beriman melainkan dengan izin Allah, dan Dia menjadikan siksa untuk orang-orang yang tidak berakal


Yunus 10:101
Katakanlah (wahai Muhammad): "Perhatikan dan fikirkanlah apa yang ada di langit dan di bumi dari segala kejadian yang menakjubkan, yang membuktikan keesaan Allah dan kekuasaanNya). Dalam pada itu, segala tanda dan bukti (yang menunjukkan kekuasaan Allah), dan segala Rasul (yang menyampaikan perintah-perintah Allah dan memberi amaran), tidak akan memberi faedah kepada orang-orang yang tidak menaruh kepercayaan kepadanya.

Katakanlah: "Perhatikan apa yang ada di langit dan di bumi. Dan tiadalah berguna keterangan-keterangan dan peringatan-peringatan bagi kaum yang tidak beriman.



Yunus 10:102
Maka orang-orang yang tersebut tidak menunggu melainkan (azab Allah) sebagaimana kejadian-kejadian yang berlaku kepada orang-orang yang ingkar yang terdahulu daripada mereka. Katakanlah (wahai Muhammad): "Tunggulah, sesungguhnya aku juga bersama-sama kamu dari orang-orang yang menunggu".

Apakah yang mereka tunggu selain dari keadaan yang serupa dengan hari-hari pada kaum yang telah lampau sebelum mereka? Katakanlah: "Tunggulah oleh kamu, sesungguhnya aku juga bersama-sama kamu dari orang-orang yang menunggu".


Yunus 10:103
Kemudian Kami selamatkan Rasul Kami dan orang-orang yang beriman. Demikianlah juga, sebagai kewajipan Kami, Kami selamatkan orang-orang yang beriman yang menurutmu).

Kemudian Kami (Allah) selamatkan  utusan-utusan Kami dan orang-orang yang beriman pun demikian juga. Wajiblah Kami (tepati) menyelamatkan orang-orang yang beriman yang.


Yunus 10:104
Katakanlah (wahai Muhammad): "Wahai sekalian manusia! Sekiranya kamu menaruh syak tentang kebenaran agamaku, maka (ketahuilah) aku tidak menyembah makhluk-makhluk yang kamu menyembahnya yang lain dari Allah, tetapi aku hanya menyembah Allah yang akan mematikan kamu (untuk menerima balasan); dan aku diperintahkan supaya menjadi dari golongan yang beriman.

Katakanlah : "Wahai sekalian manusia! Sekiranya kamu ragu-ragu tentang agamaku, (ketahuilah) aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah selain Allah. Tetapi aku menyembah Allah yang mematikan kamu, dan aku disuruh supaya menjadi golongan orang yang beriman.


Yunus 10:105
"Serta (diwajibkan kepadaku): ' Hadapkanlah seluruh dirimu menuju (ke arah mengerjakan perintah-perintah) agama dengan betul dan ikhlas, dan janganlah engkau menjadi dari orang-orang musyrik '."

"Dan hendaklah luruskan arah mukamu kepada agama yang lurus seraya cenderung kepadanya, dan janganlah engkau menjadi golongan orang-orang yang menyekutukan (Allah)."



Yunus 10:106
Dan janganlah engkau (wahai Muhammad) menyembah atau memuja yang lain dari Allah, yang tidak dapat mendatangkan manfaat kepadamu dan juga tidak dapat mendatangkan mudarat kepadamu. Oleh itu, sekiranya engkau mengerjakan yang demikian, maka pada saat itu menjadilah engkau dari orang-orang yang berlaku zalim (terhadap diri sendiri dengan perbuatan syirik itu).

Dan janganlah engkau menyeru (memuja) yang lain dari Allah barang yang tidak dapat mendatangkan manfaat kepada engkau dan tidak mendatangkan mudarat kepada engkau. Maka sekiranya engkau berbuat (demikian), sesungguhnya jadilah engkau daripada orang-orang yang aniaya.


Yunus 10:107
Dan jika Allah mengenakan engkau dengan sesuatu yang membahayakan, maka tiada sesiapa pun yang akan dapat menghapuskannya melainkan Dia; dan jika Ia menghendaki engkau beroleh sesuatu kebaikan, maka tiada sesiapapun yang akan dapat menghalangi limpah kurniaNya. Allah melimpahkan kurniaNya itu kepada sesiapa yang dikendakiNya dari hamba-hambaNya, dan Dia lah yang Maha Pengampun lagi Maha Mengasihani.

Dan sekiranya Allah menimpakan bahaya kepada engkau, maka tidak ada yang menghilangkan kecuali Dia (Allah). Dan sekiranya Allah menghendaki engkau dalam kebaikan, maka tidak ada yang menghalang kelimpahanNya itu kepada sesiapa yang dikehendakiNya. Diberikan kelimpahanNya itu kepada sesiapa yang dikehendakiNya daripada hamba-hambaNya, dan Dia Maha Pengampun lagi Maha Mengasihani.


Yunus 10:108
Katakanlah (wahai Muhammad): "Wahai sekalian manusia! Telah datang kepada kamu kebenaran (Al-Quran) dari Tuhan kamu. Oleh itu sesiapa yang mendapat hidayah petunjuk (beriman kepadanya), maka faedah hidayah petunjuk itu terpulang kepada dirinya sendiri; dan sesiapa yang sesat (mengingkarinya) maka bahaya kesesatannya itu tertimpa ke atas dirinya sendiri dan aku pula bukanlah menjadi wakil yang menguruskan soal (iman atau keingkaran) kamu".

Katakanlah (wahai Muhammad): "Wahai sekalian manusia! Sesungguhnya telah datang kepada kamu kebenaran itu dari Tuhan kamu. Maka siapa yang mendapat petunjuk, sesungguhnya petunjuk itu untuk dirinya. Dan siapa yang tersesat, sesungguhnya (akibat) kesesatan itu (ditanggung) atas dirinya, dan tiadalah aku menjadi wakil (penjaga) bagi kamu."

Yunus 10:109
Dan turutlah apa yang diwahyukan kepadamu serta bersabarlah (dalam perjuangan mengembangkan Islam) sehingga Allah menghukum (di antaramu dengan golongan yang ingkar, dan memberi kepadamu kemenangan yang telah dijanjikan), kerana Dia lah sebaik-baik Hakim.

Dan ikutlah apa yang telah diwahyukan kepada engkau, dan bersabarlah sehingga Allah menghukum (di antara kamu). Dan Dialah sebaik-baik Hakim

Posted at 03:07 pm by ismad
 




Friday, November 28, 2014
Potret Hati 9(1)

Aiman, Qisya dan Faez

AIMAN DAN QISYA BERADA DI LUAR RUMAH.   Mereka membersihkan keliling rumah. Kerja di kolam hanya beri makan ikan sahaja. Itu sudah dilakukan. Jadi masa pagi selebihnya digunakan untuk mengutip sampah. Sampah dari tumbuhan dan bahan-bahan plastik serta kertas-kertas dimasukkan ke dalam beg plastik hitam.  Apa sahaja yang boleh menyebabkan pencemarkan alam dibersihkan. Apa sahaja yang boleh menakung air dilupuskan.

“Semua penduduk kena jadi warganegara yang bertangggung jawab. Semua orang kenalah peka dengan seruan pihak kerajaan untuk menjaga alam sekitar. Tak buang sampah di sana sini.” Semasa memasukkan sampah ke dalam beg plastik hitam, sempat juga Aiman meluahkan rasa geram pada sesetangah kelompok manusia.

“Qisya pun rasa nak marah apabila tengok orang-orang yang tak rasa apa-apa bila buang sampah ikut suka dia. Merata-rata buang sampah, di atas jalan raya, di tepi jalan, di atas lantai bangunan awam.  Patutnya simpan dulu, bila sampai tempat yang ada tong sampah, buanglah kat situ.”

“Air-air bertakung pun macam ni, kalau dibiarkan lebih enam hari, boleh  menjadi tempat pembiakan nyamuk,” Aiman membuang air yang bertakung dalam piring pasu bunga.

“Rakyat patutnya beri kerjasam mengawal penyebaran virus denggi, dengan mengawal pembiakan nyamuk aedis.  Kalau nak harapkan pihak kerajaan semata yang sembur racun nyamuk, sampai bila-bila pun masalah denggi tak selesai.” Qisya juga tidak kurang perihatinnya pada masalah nyamuk aedis dan virus demam denggi.

“Oh ya, Qis! Petang nanti abang nak pergi ke bandar. Ada kelas tiusyen kat pusat tiusyen. Nak ikut ke?”

“Kelas abang berapa jam?  Kalau lama, apa nak buat kat situ. Bandar tu kechik sangat. Tak ada apa-apa nak cari.”

“Kalau macam tu duduk rumah ajelah. Boleh ulang hafalan tu.”

“Abang kerja kat situ tiga hari kan?  Berapa pusat tiusyen tu bayar?”

“Sekarang kira dapat gaji setengah bulan. Dulu abang kerja di pusat tiusyen tu tiap-tiap hari, pagi dan petang. Abang dapat seribu. Sekarang ni kerja tiga hari semiggu, orang bagi lima ratuslah. Kenapa tanya pasal gaji?”

“Macam tak cukup aje.  Abang tak nak minta ke jadi guru sandaran kat sekolah mana-mana? Mungkin gajinya lebih sikit. Nanti apabila ada buka permohonan untuk masuk ke program diploma pendidikan lepasan ijazah, KPLI, abang dah ada pengalaman mengajar.”

“Mula-mula dula abang ada mohon guru sandaran. Tapi bila dah tak ada apa-apa jawapan, abang cubalah buat kolam ikan ni. Dah seronok bela ikan, tak nak lah mengharap KPLI tu lagi dah. Kolam ikan ni abang cadang nak tambah lagi dua. Kolam ikan ni memerlukan perhatian, tenaga dan masa. Kalau dah ada empat kolam nanti, kena fikirlah pula sama ada nak berhenti kerja di pusat tiusyen tu atas kurangkan hari bekerja.”

“Qisya jangkalah, abang Aiman, bela ikan ni, pendapatan tak berapa stabil. Kita tak tau ikan tu boleh sampai tempoh nak dijual atau tidak. Kalau ada bencana, langsung tak ada sumber pendapatan.  Nak stok ikan tu semula memakan modal yang banyak.”

Senggang.  Aiman berfirkir.  Dia hadapkan mukanya menentang wajah Qisya. “Jadi, apa cadangan Qis?”

“Abang kena ada contingency plan. Abang cari pembantu. Abang teruskan kerja di pusat tiusyen tu sampai ekonomi abang agak stabil.”

Aiman tunduk memandang tanah. Seminit kemudian matanya kembali pada wajah yang selalu memberikan inspirasi padanya. Dia menganguk. “Terima kasih Qis. Qis!  Ada bunyi telefon dalam rumah. Telefon bimbit Qis kut.”

Posted at 08:30 am by ismad
 




Thursday, November 13, 2014
Potret Hati 8(3)

 

Encik Zainal,  Nurul Iman,  Ummu Aiman


“ASSALAMUALIKUM.  Kak Long buat apa?”.

 “Waalaikum salam. Baru balik kerja. Kat mana tu? Angah  kat Serdang ke Kat Penang?”

“Kat Serdang. Akak dan keluarga sihat?”

 “Abang Man sihat, akak pun sihat, anak-anakpun sihat, Alhamdulillah.  Angah macam mana”

“Sihat, Alhamdulillah. Telebih sibuk belajar terlebih pulak makan. Dah nak jadi terlebih sihat pulak.”

Mereka ketawa bersama.

“Mursyid dah boleh berjalan ke Kak Long?”

“Baru pandai berpaut. Sebulan dua lagi bolehlah kut dia belajar berjalan.”

“Comel budak tu.”

Senggang. “ Kak Long, angah nak minta tolong ni. Hujung bulan depan angah ada seminar di Sarawak. Angah dah tengok kat Internet ada flight murah. Nanti angah sms kan internary. Diutnya nanti angah masukkan dalam akaun bank Kak Long.”

“Tak payahlah kira pasal duit tu.”

“Tak apa Kak Long. Angah pergi dua orang dengan Saidah yang sama-sama buat master tu. Nanti kami boleh claim dari duit projek penyelia kami.”

“Nanti bila Abang Man balik, Kak Long bagi tahu dia.”

“Terima kasih. Kak Long. Susahkan Kak Long aje.”

“Tak apa. Lagipun belum kerja ni tak perlulah Angah ada kad kredit sendiri.”

Usai urusan menempah teket kapal terbang melalui Internet Ummu Aiman meletakkan telefon bimbit ke dalam laci. Dia dan Saidah menyambung kerja makmal masing-masing. Mereka menjangka pukul tujuh lebih baru mereka boleh balik dari makmal ke rumah. Itulah rutin pelajar-pelajar siswazah yang tidak jemu-jemu melakukan penyelidikan.

Posted at 09:59 am by ismad
 




Wednesday, October 15, 2014
Potret Hati 8(2)


MASA TEMUJANJI DENGAN Encik Zainal sudah tiba. Puan Nurul Iman menutup fail dan menunggu kedatangan kelaian.  Dia berdoa pada Allah supaya dibukakan hati kelaiannnya itu, walaupun pertemuan dengan kelaian itu baru yang kedua kalinya.

"Encik Zainal masuklah. Puan Nurul Iman ada di dalam." Kedengaran suara Encik Rahim di luar bilik kaunseling. Bilik kaunseling terletak bersebelahan bilik Pengurus kompleks.

Tuk, tuk, tuk...satu-satu bunyinya, malas tangan itu mengetuk pintu. Nak mengambil bahagian dalam sesi kaunseling, lagilah malas. Dari awal lagi Encik Zainal sudah memutuskan sesiapapun yang akan mengedalikan sesi kaunseling itu, pasti suatu usaha yang sia-sia.

"Sila masuk!" Laungan suara dari dalam memanggil.

Encik Zainal memulas tombol pintu dan menguakkan daunnya perlahan-lahan. "Assalamualaikum." Dia menyapa dengan mulut separuh terbuka. Malas hendak bercakap.

"Waalikum salam. Terima kasih kerana datang."  Mata Puan Nurul Iman baru sahaja di angkat daripada fail peribadi Encik Zainal. Sambil bercakap itu Encik Zainal bangun dan beredar ke sofa.

"Sila duduk, Encik Zainal," pelawa Puan Nurul Iman, menunjuk kepada sofa panjang di hadapannya dengan tapak tangan yang terbuka.

Mulut bergerak-gerak tetapi bunyinya tiada. Cara Encik Zainal mengucapkan terima kasihlah tu.  Apa pun, yang penting Encik Zainal sudah duduk. Bersandar dengan kedua tangan bertaut di atas peha.

Puan Nurul Iman menerima kelaian itu seadanya, sangka baik adalah asas utama kaedah kaunseling.

Namun sesi kaunseling itu tidak ke mana-mana. Semua soalan yang ditanya oleh Puan Nurul Iman, tidak dijawab. Encik Zainal lebih suka merenung tangannya yang bertaut di atas peha atau jubin-jubin lantai berwarna beige yang memisahkan jarak di antara Encik Zainal dengan Puan Nurul Iman. Setiap detik berlalu, dirasanya seperti seminit. Satu minit dirasa bagai sepuluh minit. Encik Zainal mula gelisah. Bila lagi Puan ni nak habis mengomel? Rungutnya dalam hati.

Akhirnya, sesi kaunseling itu menjadi satu medan bercerita. Cerita macam-macam..... semunya berasakan motivasi diri, peranan seorang manusa dan makna kejayaan dalam islam. Walaupun pada zahirnya, tiada sesiapa yang mendengar, Puan Nurul Iman tetap bercerita. Selepas setengah jam bercerita, Puan Nurul Iman pun menutup sesi kaunseling yang pertama itu.

Encik Zainal balik ke bilik. Berbaring menelentang, tangan di letek di bawah kepala, cara Encik Zainal berehat selepas sesuatu aktiviti yang tidak digemarinya. Kipas angin yang berpusing ligat, memutar fikirannya. Encik Zainal persimis yang keadaannya tidak akan berubah biar apa pun cerita yang didengarnya dari Puan Nurul Iman. Biar apa kata-kata semangat pun yang diucapkannya, mendung petang tidak akan berkurangan hingga ke senja! Memang sudah nasibnya begitu!

 

Posted at 04:27 pm by ismad
 




Thursday, September 25, 2014
Potret Hati 8(1)


Encik Zainal,  Nurul Iman,  Ummu Aiman


MENGENDALIKAN KES-KES KEMURUNGAN dan hilang personaliti diri di kalangan warga emas memerlukan kesabaran.  Tetapi kesabaran sahaja tidak cukup. Perlu ada skill, perlu ada aura, perlu ada sifat suka menolong dan perlu kesungguhan. Kaunselor perlu menjiwai tanggung jawab itu. Untuk itu Puan Nurul Iman bertekad mengenali kelaian yang bernama Encik Zainal itu dengan lebih terperinci.

   Temu janji dengan Encik Zainal ada lagi satu jam.  Dia ada masa untuk Pendekatan psikoterepi boleh dilakukan. Kes yang dihadapi agak sukar.  Lagipun dia tak ada kepakaran yang tinggi dalam melakukan pemulihan cara ini.  Lalu dia mendail nombor kawanny yang lebih berpengalaman dalam psikoterapi.  “Encik Hasrom, Assalamualaikum. Ni Nurul Iman.”

“Waalaikum salam. Nurul, apa khabar? Lama tak ada berita.”

“Alhamdulillah baik.  Saya nak minta pandangan, Sibuk ke?”

“Biasa aje. Hal peribadi ke, hal kerja?”

“Hal kerjalah. Pasal satu kelaian ni. Dia ada tanda kemurungan. Tapi yang menyulitkan dia ada maslah hilang ingatan.”

“Kes baru hilang ke dah lama?”

“Mengikut rekod ni, dah lama. Anterior grade amnesia dah bertambah baik, tetapi retrograde amnesia teruk.”

“Semak rekod sama ada dia pernah terlibat kemalangan. Semak kalau ada laporan doktor tetang tanda kecedraan di kepala.”

“Sekejap.”  Nurul Aini membelek semula halaman-halaman yang telah dibacanya sebelum ini.

“Ada tak?”

“Sekjap.  Hmmm.... tak ada laporan.”

“Susah tu nak teka apa jenis troma yang dia pernah alami.  Cuba mula dengan kaedah kauseling yang biasalah dulu.”

“Mengikut rekod ni dah banyak jam sesi kaunseling yang kaunselor dulu buat. “

“Berapa kali?”

Puan Nurul Iman menyemak rekod peribadi Encik Zainal. Memang kes berat. “Semasa Encik Wahid dulu, Encik Wahid buat sebelas kali sesi kaunseling. Dalam setiap sesi dia ada buat catatan yang kelaian tak mahu bercakap.” Puan Nurul Iman terus membelek-belek fail peribadi Encik Zainal, halaman demi halaman. Jelas tiada sesi ke sebelas yang dilakukan oleh Encik Wahid terhadap kelaian itu.

“Sesi kaunseling berhenti tu sebab Encik Wahid pindah ke?”

“Tak. Kalau ikut rekod fail peribadi Encik Zainal tidak lagi dikeluarkan dari kabinet fail peribadi oleh Encik Wahid sehinggalah Encik Wahid berpindah tempat kerja enam bulan lepas tu.”

“Dia putus asa la tu.” Komen Encik Hasrom.






Terjemahan Ayat-Ayat  70-73 Surah Al-Qasas

(Terjemahan dipetik dari : http://www.surah.my/28)





 Al-Qasas 28:70

Dan Dia lah Allah tiada Tuhan melainkan Dia. Segala puji tertentu bagiNya, di dunia dan di akhirat; dan hanyalah Dia yang berkuasa menghukum, serta kepadaNyalah kamu semua dikembalikan.


Al-Qasas 28:71

Katakanlah: "Bagaimana fikiran kamu jika Allah menjadikan malam kepada kamu tetap selama-lamanya hingga ke hari kiamat; tuhan yang manakah yang lain dari Allah, yang dapat membawakan cahaya yang menerangi kepada kamu? Maka mengapa kamu tidak mahu mendengar (secara memahami dan menerima kebenaran)?"


Al-Qasas 28:72

katakanlah lagi: Bagaimana fikiran kamu jika Allah menjadikan siang kepada kamu tetap selama-lamanya hingga ke hari kiamat; tuhan yang manakah yang lain dari Allah, yang dapat membawakan malam kepada kamu untuk kamu berehat padanya? Maka mengapa kamu tidak mahu melihat (dalil-dalil dan bukti keesaan dan kekuasaan Allah)?"


Al-Qasas 28:73

Dan di antara rahmat pemberianNya, Ia menjadikan untuk kamu malam dan siang (silih berganti supaya kamu berehat padanya dan supaya kamu berusaha mencari rezeki dari limpah kurniaNya, dan juga supaya kamu bersyukur.


Komentar/Tafsir

Allah Maha Esa dan Maha berkuasa atas sesuatu (Ayat 70). Dialah yang memberi semua keperluan untuk manusia dan sekelian yang bernyawa. Allah menyuruh Nabi Muhammad Sallallahu alaihi wassallam memberitahu kepada orang-orang kafir yang menyekutukan Allah, bahawa antara nikmat yang Allah berikan ialah siang dan malam yang silih berganti. Allah berkuasa untuk menghidipkan semula orang yang telah mati dan akan menghukum mereka seadil-adilnya (Ayat 70, 71)

Pada umumnya siang untuk bekerja dan malam untuk berehat. Maka hendaklah manusia bersyukur (Ayat 73) atas nikmat itu . Namun mereka tidakpun mahu mengetahui siapakah yang memberikan nikmat-nikmat tersebut kepada mereka. Bahkan ada yang menyembah selain dari Allah, sedangkan yang memberikan nikmat-nikmat itu adalah Allah.

Allah juga berfirman (mafhumnya):

"Tidakkah mereka (orang-orang zalim) memerhatikan bahawa Kami telah menjadikan malam untuk mereka berehat padanya, dan menjadikan siang terang-benderang? Sesungguhnya yang demikian itu mengandungi tanda-tanda bagi kaum yang beriman." (An-Naml 27:86)

Walau bagaimanapun Allah juga menciptakkan kerja yang dilakukan pada malam hari. Allah berfirman (mafhumnya):

"Dan di antara tanda-tanda yang membuktikan kemurahannya dan kasih sayangNya ialah tidurnya kamu pada waktu malam dan pada siang hari, dan usaha kamu mencari rezeki dari limpah kurniaNya (pada kedua-dua waktu itu). Sesungguhnya keadaan yang demikian mengandungi keterangan-keterangan bagi orang-orang yang mahu mendengar (nasihat pengajaran). " (Ar-Ruum 30:23)

Apa akan jadi pada manusia jika Allah menjadikan malam  berterusan sehingga hari qiamat atau siang selama-lamanya hingga hari qiama?   Tentu kehidupan manusia akan jadi  tidak teratur.   Waktu makan, waktu tidur dan waktu beribadat kepada Allah tidak dapat diaturkan. Maka manusia hilang arah. 

Allah menyuruh manusia berfikir tentang perkara ini agar dapat bersyukur dengan ciptaanNya dan kembali kepada agama yang menyembah hanya Dia sahaja.  Kerana hanya kepada Allah setiap manusia akan dikemabalikan. Di akhirat kelak mereka akan ditanya tentang amalan mereka ketika hidup di dunia dahulu.

Manusia boleh berfikir mengikut ilmu yang ada pada sesuatu zaman. Dalam zaman teknologi ini kita dapat membuat senerio bahawa, berdasarkan sunnatullah yang mengawal bumi,  tiada apa yang boleh hidup di atas muka bumi ini jika siang atau malam sahaja tanpa bersilih ganti. Jika malam tanpa siang, suhu akan menjadi sangat sejuk. Sebagai contoh, di negara-negara temprat, suhu menjadi sejuk apabila siangnya pendek dan malamnya panjang. Maka malam sahaja tanpa ada siang, air dalam dunia ini akan menjadi ais keseluruhannya.

Dari sudut lain, tanpa adanya siang, pengawapan air tidak berlaku dan dari itu hujan tidak akan turun. Maka tidak ada tumbuhan yang akan hidup di muka bumi.

Seterusnya tidak tumbuhan yang boleh menjalankan fotosintesis, lalu tidak ada oksigen untuk hidupan bernafas.

Sebaliknya, jika dunia ini diliputi siang sepanjangan, maka suhu akan naik sehingga berpuluh kali ganda seperti yang kita alami sekarang. Lihatlah betapa tingginya suhu dinegara temperat dengan hanya sebab waktu siang lebih panjang dari waktu malam. Jika siang sepanjangan, maka suhu akan naik berlipat ganda dari apa yang kita alamai sekarang.  Bolehkan manusia dan haiwan serta tumbuhan hidup di atas meka bumi jika suhu terlalu tinggi?

Maka kita tidak ada pilihan selain daripada mensyukutri nikmat-nikmat Allah dan padaNya sahajalah kita berserah diri.

Wallahu a'alam.


Posted at 01:54 pm by ismad
 




Wednesday, August 27, 2014
Potret Hati 6 (2)

              
Aiman, Qisya dan Lily

“ASSALAMUALAIKUM.”

Selepas tiga kali jawapan salam kedengaran dari dalam rumah.  Suara seorang perempuan.

“Walaikum salam,” ulang tuan rumah.  Terkelu lidah sebentar melihat tetamu yang datang. “Jemput masuk.”

Orang baru. Aiman dan Qisya juga terkelu lidah sekejap sebelum menyambut alu-aluan. “Terima kasih.”

“Oh!   Aiman. Qisya. Masuklah.” 

“Terima kasih makcik.”  Qisya mencium tangan Puan Hasyimah.

“Aiman! Qisya!  Subhanallah. Masya Allah. Macam ada imbasan, tapi dapat nak  connect."

Aiman dan Qisya cuba mengecam perempuan muda itu. Tetapi otak mereka juga tak boleh connect.  Mereka hanya dapat senyum. Namun Qisya dan perempuan itu tetap berjabat tangan dan bersentuh pipi,

"Tak kenal ke saya ni siapa?”

Aiman  dan Qisya cuba mengecam lagi. Qisya terpinga. “Lily ke ni?” Aiman ahkirnya menalah.

“Lily la ni. Baru  dua hari balik dari Ireland.” Puan Hasyimah mencelah, turut excited.

“Doktor Lily lah ni, ya? ”

“Alhamdulillah. Kau orang berdua buat apa sekarang ni?”

“Abang Aiman dah tiga tahun tamat Sarjana Muda. Saya baru habis sekarang ni nak buat master.”

“Tahniah kau orang berdua.”

“Terima kasih."

“Masuklah dalam. Seronok sikit bersembang.”

“Aiman.... Qisya..., Makan tengahari kat sini ya.”

“Tak apalah Mak Cik. Buat susah Makcik aje.”

“Tak susah pun. Makcik tambah aje laukyang Makcik tengah masak ni.”

“Maaflah Makcik kami datang dekat-dekat tengahhari ini. Sebenarnya kami datang nak bercakap sikit dangan Pakcik Ibrahim dan Makcik.”

“Pakcikpun balik dalam pukul duabelas. Nanti makan sekalilah. Lagipun banyak tu nak cerita. Tak habis buka cerita, nasipun dah masak.”  Puan Hasyimah meninggalkan mereka di ruang tamu untuk bekerja di dapur.

“Dah lebih limabelas tahun kita tak jumpa, ya Ly.” Aiman membuka pintu memori sebaik mencicahkan ponggong di sofa

“Ya la Aiman. Ly harap tak terlambat ucap takziah. Bila terfikir nasib kau orang, Ly turut sedih. Ly simpati.”

“Tak apelah Ly. Kami dah terima dugaan walaupun berat. Ayah dan emak Ly pun banyak bantu kami. Apa pun terima kasih atas simpati.”

“Betul kata Abang Aiman.  Kami bersyukur kerana ada orang yang sudi beri pertolongan pada kami.”

Selepas makan tengah hari dan berbincangan dengan Hji Ibrahim dan Puan Hasyimah, Aiman dan Qisya memohon diri.

“Terima kasih Pakcik, Makcik. Apa-apa perkembangan, kami sampaikan maklumat pada Pakcik, Makcik.” Aiman menghulur tangan.

Haji Ibrahim menyambut tangan dan menarik rapat Aiman kepadanya. Usai berpelukan Haji Ibrahim menyatakan kesediaan menjadi tuan rumah majlis meminang. “Insya Allah Pakcik dan Makcik akan usruskan. Sudah tugas kami membantu.”

Aiman menunggu Qisya berpelukan dengan Puan Hasyimah dan kemudian Lily selesai berpelukan. Sekali lagi dia mengucapkan terima kasih. Tetapi kali ini ditambah dengan terrima kasih pada Lily.

“Ly, Terima kasih. Jaga diri baik-baik. Jangan nakal macam dulu dulu.”

“Sama-sama. Jaga diri baik-baik. Jangan ponteng mengaji nanti kena marah Ustaz Ibrahim .”  Lily memeluk tangan ayahnya Haji Ibrahim.    Buat-buat manja macam yang dia suka buat semasa dia kecil.

Semua orang ketawa. Nostalgia.


Posted at 01:21 pm by ismad
 




Tuesday, August 26, 2014
Potret Hati 6 (1)

 Airis dan Saiful

 

TAHNIAH. MENANG SATU PERLAWANAN lagi dapat masuk final. Pingat perak dalam tangan.” 

“Terima kasih bagi sokongan pada kami. Separuh mati bertahan. Kalau ikutkan sepuluh golpun dia orang boleh sumbat.”

“Kaupun main baik. Tiap kali dia orang serang kau boleh patahkan. Aku rasa mungkin kau orang terlalu merendah diri. Terlalu bagi respect pada dia orang. Sebab tulah asyik nak bertahan sahaja. Kalau ada keyakinan tinggi pada kebolehan sendiri, mesti berani menyerang kubu lawan. Orang kata the best defence is attack.”

“Tidak juga, Saiful. Tiap kali kita orang bawa bola ke atas dia orang, senag-senang aje dia orang rampas balik bola.  Rasanya, kalau pasukan kita jumpa dia orang kat final, susah nak menang.”

“Airis. Kan aku dah cakap, kau orang ni bagi respect banyak sangat kat dia orang tu. Masuk padang tu mesti yakin yang kita pun boleh bermain dengan baik.”

Airis memandang ke hadapan. Kawan-kawan sepasukan hoki sudah jauh di hadapan. “Jom jalan laju sikit.”

Langkah dibesarkan dan di cepatkan. Sekejap sahaja mereka sudah samapi ke kawasan asrama.

“Malam ni turun makan sama-sama, ya.”  Kata Saiful ketika di persimpangan untuk pergi ke asrama penempatan atlit perempuan dan asrama penempatan atlit lelaki.

“Tak apa lah Saiful. Aku nak makan sama Miz dan Yana.  Esok jumpa lagi okey?”

“Okey.” Saiful setuju tetapi kecewa sikit.

Posted at 01:42 pm by ismad
 




Monday, July 07, 2014
Sirah Nabi Muhammad SAW

Mufti Ismail Menk dari Zimbabwe telah memberikan satu siri kuliah tentang kehidupan Rasulullah Sallallahu 'alaihi Wasallam. Ikuti kesemua 29 syarahan/kuliah yang beliau sampaikan sepanjang bulan Ramadhan 1433/2012

Senarai Syarahan
Oleh Mufti Ismail Menk




Bahagian I

Jika Image Youtube tidak terpapar sila klik pautan ini Bahagian I


Bahagian II

Jika Image Youtube tidak terpapar sila klik pautan ini Bahagian II


Bahagian III


Jika Image Youtube tidak terpapar sila klik pautan ini Bahagian III



Untuk mencapai syarahan yang lain sila gunakan pautan ini:

http://www.youtube.com/watch?v=PTI8xORtPO0


Posted at 08:50 am by ismad
Comments  




Friday, June 13, 2014
Rezeki



Allah adalah sumber segala rezki bagi seluruh kehidupan. Allah melebihkan rezki kepada yang dikehendaki-Nya dan mengurangkan bagi yang Dia kehendaki. Allah tidak memberikan rezki kepada setiap hambaNya kerana Allah mengetahui apa yang terbaik untuk masing-masing.

Allah berfirman dalam Al-Quran (Al-'Ankabuut 29:62)



Mafhumnya: "Allah memewahkan rezeki bagi sesiapa yang dikehendakiNya di antara hamba-hambaNya dan menyempitkan (rezeki itu) baginya; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui akan tiap-tiap sesuatu."

Allah tidak memberikan rezeki yang banyak kepada semua orang. Bukan semua orang menyedari bahawa semua yang dia perolehi dari usahanya dalah pemberian Allah. Orang yang tidak bersyukur berkumingkinan menjadi sombong dan dan membuat kerosakan sesuka hati.

Allah berfirman dalam Al-Quran (Asy-Syuura 42:27)

 

Mafhumnya:

"Dan kalaulah Allah memewahkan rezeki bagi setiap hambaNya, nescaya mereka akan melampaui batas di bumi (dengan perbuatan-perbuatan liar durjana); akan tetapi Allah menurunkan (rezekiNya itu) menurut kadar yang tertentu sebagaimana yang dikehendakiNya. Sesungguhnya Ia Mengetahui dengan mendalam akan segala keadaan hambaNya, lagi Melihat dengan nyata."

Allah Maha mengetahui tentang semua perkara. Keranya Dialah yang menciptakan semuanya dan tidak ada yang terlepas dari penyetahuan dan kekuasaan Nya. Walau apapun yang diberikan Allah setelah segala dilakukan setiap manusia hendaklah bersyukur akan rezki yang diberikan kepadanya.



Posted at 08:50 am by ismad
 




Next Page
 
PROFILES & COMMENTS




Selamat Datang ke
Blog AlurIlmu




MISI MANUSIA SEBAGAI KHALIFAH DI MUKA BUMI

Seruan para Nabi dan Rasul Sepanjang zaman dari Nabi Adam Alaihis Salam sehingga Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wassalam:

Quluu, "Laa ilaaha illallah"
Katakanlah, "Tiada Tuhan selain Allah"
Say, "No God but Allah"










Disember 2008 Click untuk sambung ke penerbit Jemariseni


Ogos 2010 Click untuk sambung ke penerbit Jemariseni








Petikan dari Novel Untuk Asyikin

Nurasyikin memasuki universiti dengan hati yang berbaur, suka dan keliru, kerana di universiti dia akan mengikuti kursus bioteknologi, sedangkan minatnya ialah bidang sastera.

Setahun berlalu, pelajar cemerlang ini dapat gred yang lemah dan hanya dapat bertahan daripada dibuang dari universiti. Dengan Ketiadaan minat terhadap bioteknologi, bagaimanakah dia dapat belajar dengan baik? Kehadiran teman sebilik yang 'all rouder', Nurul Iffa, juga tidak dapat membantu.....

"Kalau dah tau nak jadi pakar bahasa, kenapa ambil jurusan sains? Lepas tu, masa isi borang UPU dulu, kenapa tak isi aje pilihan yang kau minat tu? Yang gatal masukkan bioteknologi tu buat apa?” Suara Iffa menyaingi nada jawapan klien."

"Masa nak isi borang UPU dulu pun, abah yang bagi senarai pilihan. Syikin isi aje."

Petikan dari Novel Antara Safa dan Marwah

"Saya baru berjinak dengan keusahawanan. Saya dapati orang-orang Melayu kurang memberikan perhatian terhadap makanan. Ada yang tidak mengambil berat status halal makanan. Orang-orang Melayu tidak menghayati makanan halal. Sebab itu makanan halal dkuasai oleh orang bukan Islam. Orang Islam patut menyokong makanan Halal Muslim. Orang lain tidak akan menyokong barang keluaran orang Melayu Islam, sedangkan orang Melayu Islam tidak kisah membeli barangan buatan orang lain. Kita tak meragukan label yang genuaine. Tetapi sesetengah jenama, mereka gunakan label halah itu sewenang-wenangnya."

"Muaz! Ana pun pelik dengan orang Melayu. Mereka tidak hirau sama ada sesebuah restoran itu ada tanda halal atau tidak, orang yang bekerja dalam restoran itu Islam atau tidak. Menutup aurat atau tidak. Sepatutnya apabila ada produk yang dibuat oleh orang Islam, itulah diutamakan. Bukan sahaja menyokong orang Islam tetapi juga memilih yang paling diyakini status halalnya. Makanan mempengaruhi jiwa kita. Mungkin sebab makananlah anak-anak Melayu jadi kumpulan yang terbanyak terlibat dalam masalah sosial."

"Bukan menangis sedih, Humairah. Sebenarnya ibu menangis kerana bersyukur. Tanpa bapanyapun Ardi bisa jadi Doktor Ardi. Hmmm.... Humairah!. Jom petik bunga mawar."

Setengah jam berlalu. Kuntum-kuntum bunga mawar kuning emas sudah digubah cantik di dalam vas. Vas itu di bawa masuk ke dalam rumah.

"Humairah nak ibu bawa ke dalam bilik ke?"

Nur Atiqah mengangguk surut lalu mengikuti Ibu Kartini memanjat tangga. Selesai meletak vas di atas meja sudut, Ibu Kartini keluar bilik dan turun ke tingkat bawah. Nur Atiqah mendekati jambak bunga mawar, lalu menciumnya.

Segar dan menyegarkan. Masa hanya tinggal dua hari lagi. Sempatkah Faisal Hakimi mengirim kuntum mawar seperti ini sebelum waktu ‘Asar hari Isnin ini? Dia mencium jambak mawar lagi. Setitis air mata jatuh ke atas jambak itu.

Tak mungkin. Dia masih di Shanghai. Mungkin juga dia sedang dalam pesawat menuju ke Manila. Setitik lagi air mata jatuh ke atas jambak mawar.............

Akan Datang : Insya Allah
Ikebana: Sebuah Hikayat Yang Merongkai Bibit-Bibit Sejarah Tanah Air yang Semakin Dilupa

Sebelum mengenali Michiko, Najmi tidak kenal apa itu ikebana. Bukan itu sahaja, dia tak tahupun erti yang terangkum dalam bunga, baik namanya, jenisnya, warananya dan baunya. Ikhlas, Micihiko membawa erti bunga kepadanya. Michiko sendiripun sekuntum bunga ... yang tak layu ditelan masa ... hari, bulan dan tahun; selagi hayat dikandung badan.

Michiko memandang lurus ke hadapan, kedua-dua lengan direhatkan pada arm-rest kereta tolak (Wheel chair).Indahnya sawah padi yang menghijau. Seindah sawah padi di sebuah desa di negera sakura, negara yang sedang dirinduinya ketika itu.

Hijau dan damai. Namun disebalik kedamain itu, Najmi tahu ada termaktubnya detik-detik pahit. Detik-detik pahit itu pernah didengar dari mulut datuknya sendiri. Yang sedihnya, ada pihak-pihak tertentu yang memutar-belitkan fakta. Mereka yang tidak tahu hujung-pangkal cerita sebenar, tetapi sanggup menjadi pak turut memartabatkan musuh negara sebagai pejuang kemerdekaan.





   





  ENTRIES & SITE INDEX

<< December 2014 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31




http://www.hitwebcounter.com/countersiteservices.php


Visitors Number Count

Mulai 1 Februari 2009





free counters





Site Index




My other blogs: "Purplemelastoma
Gedung Ilmu


Mawar Untuk Umi (MUU)
Ceraka sekadar hiburan


[1(1)] [1(2)] [2(1)] 2(2)] [3(1)] [3(2)] [4(1)] [4(2)] [5(1)] [5(2)] [7(1)] [7(2)] [10(1)] [10(2)] [10(3)] [10(4)] [11(1)] [11(2)] [11(3)] [12(1)] [13(1)] [13(2)] [13(3)] [14(1)] [14(2)] [15(1)] [15(3)] [15(4)] [16(1)] [Pengumuman]

Ikebana
Ceraka sekadar hiburan


[1]

Potret Hati
Ceraka sekadar hiburan


[1 (1)] [1 (2)] [1 (3)] [2 (1)] [2 (2)] [2 (3)] [3 (1)] [3 (2)] [4 (1)] [4 (2)] [6 (1)] [6 (2)]

Karya Kreatif

Qisah Nabi Yusuf

Kisah Dan Teladan
Sebagai panduan



>



Panduan Menulis

Asmaul Husna

Kerohanian

Membaca Al-Quran

Ramadhan dan Ibadat Puasa

Solat

Himpunan Doa

Panduan Belajar dan Peperiksaan

Kebajikan

Kebajikan

Unclassified








 

LINKS & INFORMATION


Berita Dalam Negara


Berita Luar Negara


Halaman Sastera



Jalan-jalan Cari Resipi

Resepi Masakan Di Internet




Lagu-lagu Terbaik Universiti-universiti Tempatan



UNIMAS Gemilang



Unimas Gemilang





Terciptalah Suatu Sejarah
Wujudmu di Persada Negara
Di Bumi Kenyalang Bertuah
Kebanggaan Nusa dan Bangsa







Berinovasi dan Berwawasan
Berilmu Berpandangan Jauh
Inilah Hasrat dan Harapan
Kamilah Pendukung Warisan






Teguh Terunggul Namamu

UNIMASku yang Gemilang

Dengan Penuh Keikhlasan

Kami Wargamu di Sini

Berbangga....







Berbudaya, Bersifat Sezaman
Bersatu Hati Mencurah Bakti
Jasamu, Tiada Bandingan
Kau Disanjung dan Dihormati






Wajahmu Tak Kan Kami Lupakan
Sentiasa Terpahat di Ingatan
Menjadi Lipatan Sejarah
Segar Mekar Dalam Kenangan







Teguh Terunggul Namamu

UNIMASku yang Gemilang

Dengan Penuh Keikhlasan

Kami Wargamu di Sini

Berbangga.. ...




UNIMAS Gemilang .....









UKM - Varsiti Kita







UiT M - Wawasan Setia Warga UiTM







UM -Lagu Universiti Malaya





Contact Me

If you want to be updated on this weblog Enter your email here:




rss feed








rel=/tbody /font/font